Polemik Kolaborasi Tradeisional Dan Modern Dalam Hadrah Al-Banjari

Posted: March 15, 2011 in Uncategorized

oleh: Maud Khan

Sering kita dapati beberapa group rebana sudah mengurangi atau bahkan menanggalkan unsur ‘banjari’ dalam setiap  lagunya. Beberapa diantaranya menjadikan ‘keybord’ sebagai ‘single equip’ untuk berperan dalam nada-nada lagu yang dibawakan. Penulis menilai, ada beberapa pertimbangan yang dijadikan alasan dalam keputusan tersebut.

Pertama, efisiensi. Satu untuk semua, itulah yang yang bisa ditampilkan ‘electric’ ini ketika memanjakan telinga para pendengar. Dengan kemampuan yang super komplit, seorang keybordis bisa membawakan banyak lagu dengan banyak variasi tanpa harus membuang energi dan biaya. Seorang keybordis dan beberapa vokalis saja sudah cukup untuk membentuk sebuah group shalawat.

Kedua, Kurangnya Personil (penabuh banjari). Bukan perkara mudah mencari dan melatih bibit-bibit yang gemar terhadap seni banjari. Keterampilan semacam ini sudah bisa dibilang langka. Bahkan beberapa kawan penulis yang dulu pernah berjaya dalam seni hadrah sudah banyak yang meninggalkan dan melupakan kemampuannya.

Ketiga, Kurang Gaul. Bisa ditebak!! Siapa sih yang tidak canggung mengapit banjari di tempat-tempat umum? tentu hanya segelintir orang. Bandingkan dengan mereka yang menggopong gitar atau menjinjing keybord dengan begitu gagahnya. Jelas, ini permasalahan mental. Sampai kapan mental kita jatuh hanya gara-gara mempertahankan kesenian?

Tentu bukan hal mudah membuat kolaborasi yang tetap natural tetapi bisa serasi dengan kebutuhan penggemar di era modern ini. Para personel Al-Jimbun pun menyadari itu. Mulai dari perbekalan referensi lagu yang orisinil, kemudian menjalani berbagai test berdasarkan musyawarah para personel untuk menentukan berbagai masukan terkait tembang-tembang yang akan di patenkan.

Agar tidak menghilangkan keindahan musik, Al-Jimbun tidak segan memainkan ide musiknya dengan gaya-gaya yang akrab ditelinga. Mulai dari rancak (nge-beat), koplo, Slow maupun marawis. Dari sana akan ada beberapa spesialisasi terhadap lagu pada alat musik yang ditonjolkan. Misalnya pada tembang marawis, maka alat rebana (banjari) akan berperan penting disini.

Penulis yakin bahwa semakin banyak (lengkap) peralatan elektrik yang digunakan oleh suatu group rebana, tidak akan mengurangi eksistensi dari basic music itu sendiri selama anggota personel mampu untuk membuat komposisi yang seimbang dan merata. Yang pasti ini membutuhkan keahlian tersendiri dari sang musisi inti.

Akhirnya penulis berharap, adanya peralatan musik modern yang beredar sekarang ini tidak akan mengurangi eksotisme seni tradisional. Harus membantu, bukan mengesampingkan!!! Dan akan menjadi sesuatu yang indah jika kita bahu-membahu mempertahankan seni banjari ini dengan mengutamakan rasa hormat kita kepadaBaginda Rasulullah Muhammad SAW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s